Aplikasi Berbahaya untuk Laptop atau PC dan Cara Mencegah Virus Malware

Aplikasi Berbahaya untuk Laptop

Posted on

Aplikasi Berbahaya untuk Laptop – sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keamanan digital, mengungkapkan bahwa lebih dari setengah (52%) aplikasi komputer paling populer termasuk Flash dan Java ditemukan sudah ketinggalan zaman.

Avast PC Trend Report Januari 2017 berdasarkan data dari produk AVG TuneUp menyoroti bahwa setidaknya ada 10 aplikasi dan perangkat keras yang paling umum digunakan, tetapi menunjukkan berbagai permasalah.

Hal ini terjadi karena pengguna tidak menjaga dan tidak memperbarui komputer. Bahayanya adalah bahwa pengguna mengekspos komputer mereka terhadap ancaman pada data pribadi, karena malware menargetkan aplikasi versi lama untuk mengeksploitasi celah keamanan.

Pada dunia maya, biasakan keamanan perangkat Anda contohnya menjaga agar aplikasi tetap mutakhir dan selalu diperbaharui sangatlah berperan penting dalam perlindungan Anda di Internet.

Menjalankan aplikasi dengan versi yang lama membuat pengguna laptop atau komputer sangat rentan terhadap serangan dari peretas yang memahami mengeksploitasi kerentanan yang mudah ditemukan atau ketinggalan jaman.

Apa itu Malware?

Apa itu Malware

Definisi dari malware iyalah perangkat lunak atau software yang diciptakan dengan tujuan untuk merusak jaringan, sistem komputer, atau server tanpa sepengetahuan pemiliknya. Istilah ini adalah kombinasi dari malicious (berbahaya) dan software (perangkat lunak).

Siapa pun berpotensi diserang malware. Baik instansi pemerintah, perusahaan besar, usaha kecil, bahkan pengguna komputer pribadi. Biasanya malware dapat masuk ke komputer melalui unduhan file dari browser.

Jadi Anda harus selalu berhati-hati saat berselancar di internet. Seperti bumerang, program atau aplikasi yang diinstal pada komputer (desktop / laptop) dapat menyerang balik jika tidak diperbarui. Alasannya, pembaruan terkadang diberikan untuk menambal celah keamanan.

Jika celah tersebut tidak ditambal, maka dimanfaatkan oleh peretas untuk menanam malware atau program berbahaya lainnya. Avast, penyedia produk keamanan digital, mengungkapkan bahwa 52 persen program komputer jarang diperbarui ke versi terbaru oleh pengguna.

Software Berbahaya untuk Laptop Ini membuat pengguna rentan terhadap paparan data pribadi, karena malware menargetkan versi program yang lebih lama untuk mengeksploitasi celah keamanan.

Dia menambahkan, penyebab pengguna masih menggunakan aplikasi usang mungkin karena pembaruan tidak diinstal dengan benar atau mereka menunda pembaruan bahkan setelah diperingatkan.
Avast merekomendasikan pengguna untuk memeriksa komputer mereka

Secara rutin menggunakan aplikasi pembaruan secara otomatis.
Melalui data yang dikumpulkan secara anonim dari 116 juta komputer desktop dan laptop Windows yang menjalankan fitur Automatic Software Updater di AVG TuneUp,

Follow Perkembangan Teknologi Dengan Membaca: Cara Mengatasi Laptop Lemot

Daftar Aplikasi Berbahaya untuk Laptop

Daftar Aplikasi Berbahaya untuk Laptop

Software Berbahaya untuk Laptop, Avast menemukan aplikasi yang paling ketinggalan jaman, yaitu:

  • Java (Runtime 6,7), Oracle Corporation
  • Flash Player (Active X), Adobe Systems
  • Foxit Reader, Foxit Software
  • Software Berbahaya untuk Laptop (GOM Media Player, Gretech)
  • Software Berbahaya untuk Laptop (Nitro Pro, Perangkat Lunak Nitro)
  • Software Berbahaya untuk Laptop (WinZip, Corel Corporation)
  • DivX, DivX LLC
  • Adobe Shockwave Player, Adobe Systems
  • Software Berbahaya untuk Laptop (7-ZIP, Igor Pavlov)

Aplikasi Berbahaya untuk Laptop (Firefox, Mozilla)

Avast memiliki AVG TuneUp memperbarui aplikasi dengan aman di komputer. Di mana AVG TuneUp dilengkapi dengan teknologi yang dipatenkan untuk memperbarui aplikasi yang sebagian besar digunakan seperti Skype, Adobe Reader, Flash dan Chrome secara otomatis.

Cara Menghilangkan Malware

Cara Menghilangkan Malware

1. Pastikan Anda Sudah memiliki cadangan

Pertama dan terpenting adalah memastikan Anda memiliki cadangan. Selalu sediakan cadangan data komputer atau laptop Anda pada hard disk eksternal atau cloud. Jadi ketika ada masalah seperti serangan malware, data Anda akan aman.

2. Putuskan Koneksi Internet

Setelah itu, jika komputer atau laptop Anda terhubung ke internet, segera putuskan koneksi internet ketika Anda mencurigai bahwa malware telah menyerang. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengiriman data dari komputer Anda ke pihak lain melalui internet. Selain itu, koneksi internet biasanya merupakan gateway untuk malware.

3. Jalankan Safe Mode

Safe Mode adalah pilihan untuk menjalankan Windows yang digunakan ketika mencoba untuk memperbaiki kerusakan pada perangkat, salah satunya adalah ketika serangan malware terjadi. Untuk memasuki Safe Mode, yang perlu Anda lakukan adalah:

  • Restart komputer atau laptop.
  • Tekan F8 pada keyboard.
  • Opsi Mode Aman muncul, yaitu Mode Aman (tanpa jaringan internet), Mode Aman dengan Jaringan (dengan jaringan internet), dan Mode Aman dengan Prompt Perintah.
  • Pilih Mode Aman.

4. Hapus File Sementara

Sebelum memindai secara menyeluruh, yang perlu Anda lakukan adalah menghapus file sementara di perangkat Anda. Ini perlu dilakukan untuk mempercepat proses pemindaian, mempermudah ruang disk, dan bahkan menghapus beberapa file malware.

5. Aplikasi Berbahaya untuk Laptop (Menggunakan Anti Malware)

Jika Anda sudah menginstal perangkat lunak anti-virus atau anti-malware di komputer / laptop Anda, segera pindai perangkat dengan seksama. Proses pemindaian biasanya akan berlangsung selama 15 menit atau satu jam.

Anda hanya perlu menunggu sampai proses pemindaian selesai dan perangkat lunak anti-malware akan secara otomatis menghapus malware.

Follow Perkembangan Teknologi Dengan Membaca: Jenis-Jenis Anti Virus

6. Aplikasi Berbahaya untuk Laptop (Gunakan Windows Defender)

Software Berbahaya untuk LaptopTidak semua pemilik komputer atau laptop menginstal perangkat lunak anti-malware di perangkat mereka. Jika Anda salah satunya, jangan khawatir. Karena Windows sudah menyediakan perangkat lunak anti-malware default, yaitu Windows Defender.

Untuk membuka Windows Defender:

  • klik Pengaturan.
  • Pembaruan & Keamanan.
  • Windows Defender.

Anda juga dapat langsung mengetik Windows Defender di bilah pencarian. Setelah itu

  • pilih Buka Pusat Keamanan Pertahanan Windows.
  • Perlindungan virus & ancaman
  • Pemindaian Lanjutan.

7. Setel ulang browser

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, malware seringkali berasal dari unduhan browser. Karena itu, salah satu cara untuk menghilangkan malware juga terkait dengan browser.

Khususnya di bagian ini, Anda akan menemukan cara untuk menghilangkan malware di browser. Ada tiga browser yang akan kita bahas, yaitu Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge.

Jika Anda menggunakan Windows 10, Anda dapat mulai menghapus file sementara dengan fitur Disk Cleanup. Ketik Disk Cleanup di bilah pencarian. Kemudian pilih drive yang ingin Anda bersihkan.

8. Hapus Program Tidak Dikenal

Setelah proses pemindaian dan penghapusan malware selesai, kini saatnya menghapus perangkat lunak atau program yang mencurigakan di perangkat Anda.

Lihatlah daftar program / perangkat lunak yang diinstal pada perangkat Anda dan periksa apakah ada program yang tidak Anda kenal. Untuk memeriksa, buka File Explorer kemudian klik PC ini> Komputer> Copot pemasangan atau ubah program.

Anda juga dapat membukanya melalui Pengaturan Windows> Aplikasi. Periksa satu program pada satu waktu dalam daftar. Jika ada program yang tidak Anda kenali, segera hapus instalannya.

Follow Perkembangan Teknologi Dengan Membaca: Cara Uninstall Aplikasi dan Game di PC/Laptop

Akhir Kata

Nah, itu tadi informasi dari kami tentang Software Berbahaya untuk Laptop. Sekarang anda tidak perlu kawatir lagi ataupun bingung lagi bagaimana cara mengatisipasi laptop anda terhadap malware atau virus.

Terima kasih telah membaca artikel ini dan jangan lupa terus ikuti perkembangan teknologi dengan membaca artikel kami yang akan update setiap harinya, terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa.